Engkau Tuhan Kekagumanku Didalam Sesamaku

Tabut PerjanjianEngkau

Tuhan yang telah membuat aku ada sebagaimana adanya aku dihadapan ke-Maha tahuan-Mu, tak satupun yang dapat kusembunyikan dihadapan-Mu, kata telanjang sekan tidak cukup menggambarkan betapa hina dan kotornya setiap kosa kata yang terbentuk didalam diriku, sekalipun hanya untuk menceritakan betapa agungnya kehendakmu bekerja didalamku…

Tuhan

seandainya Engkau adalah sahabatku, untuk apa hal itu kuungkapkan kepada-Mu, karena aku telah menjadi begitu berani dan berkata kepada-Mu:”Hai sobat-ku”, tentu Engkau akan menertawakan aku, saat Engkau dapati aku, ternyata hanyalah ciptaan-Mu..

Kekagumanku

menjadi sebuah kesia-siaan ketika kuceritakan kepada-Mu, selain jika kukatupkan mulut nistaku, dan membiarkan Engkau sendiri berkarya didalam setiap detail karya cipataan-Mu ini, karena ternyata Engkaupun tiada henti bertutur di kedalaman relung hatiku, bahwa semua ciptaan-Mu sempurna dihadapan-Mu…

Didalam

hidupku yang kutemukan akhirnya hanya sebatas pemahaman, karena sebesar apapun pengetahuan yang telah Engkau berikan kepadaku, dari sejak masa kecilku, ternyata hanya menimbulkan kepenatan kepenatan yang tak terpahami, sementara orang berkata, bahwa Engkau bertahta di tempat yang Maha Tinggi, sementara aku tak memahami setinggi apakah telah Engkau kokohkan tahta-Mu, dihadapan semua karya ciptaan-Mu…

Sesamaku

manusia adalah sesamaku, mereka juga memahami, bahwa mereka adalah ciptaan-Mu, bahkan ada juga yang percaya sebagai milik-Mu, dan jika mereka benar adalah milik-Mu, setidaknya berilah kesempatan kepadaku sekali ini saja, untuk aku mengenal-Mu, sebagaimana mereka selama ini telah berjuang lelah untuk mengenal sesamanya, ampuni aku Tuhan, setkiranya kalimat yang panjang ini tidak Engkau butuhkan, selain tolonglah Engkau maklumi saja, bahwa aku dan sesamaku ada, karena memang sesungguhnya Engkau telah ada bersama-sama dengan kami, sampai saat ini, Amin.

About Suara Epiphania

Geraja Kristen Maranatha Indonesia - Epiphania

Posted on April 26, 2011, in Dialogika Nurani and tagged . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. senantiasa mendekat pada Tuhan agar Tuhan lebih dekat dengan kita..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: