Hikmat Dunia didalam genggaman Allah

Fisikawan terkenal, Prof. Stephen Hawking mengatakan dalam bukunya A Brief A History of Time, bahwa alam semesta dibangun berdasarkan perhitungan dan keseimbangan yang lebih akurat dari yang dapat kita bayangkan. Dengan merujuk pada kecepatan mengembangnya alam semesta, Hawking berkata: “Jika kecepatan pengembangan ini dalam satu detik setelah Big Bang berkurang meski hanya sebesar angka satu per-seratus ribu juta juta, alam semesta ini akan telah runtuh sebelum pernah mencapai ukurannya yang sekarang bisa kita lihat secara kasat mata …

 

Akurasi penempatan, ketelitian atau ketepatan dalam menempatkan seluruh ciptaanNya sampai bisa tersebar diseluruh jagat raya ini, bisa menjadi ciri khas cara kerja Allah yang telah tertangkap oleh hikmat dunia yang haus akan pengetahuan. Bahwa segala sesuatunya akhirnya ditampakan juga kepada akan budi mereka secara begitu teraturnya. Bahwa yang sekarang telah ditampakan secara kasat mata, sebenarnya masih menyimpan begitu banyak misteri tentang ketiadaan (tak tertampak), yang konon mereka sebut sebagai keberadaan Sang Pencipta.

 

Roma 1:20 – Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya,yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih

 

Namun, mungkin karena sudah menjadi ketentuan sejak awalnya, sebagaimana fakta yang bisa kita lihat, bahwa benda2 yang ada diorbitnya masing-masing, yang tampaknya terpisah-pisah itu, seluruhnya tetap bergelantungan didalam satu jagat raya yang begitu luas, terangkum menjadi sebuah kesatuan, mulai dari kesatuan yang terkecil sampai kepada kesatuan yang terbesar, bisa menjadi gambaran adanya sebuah kekuasaan, yang oleh Alkitab disebut sebagai Hikmat Dunia, karena sedemikianlah keberadaannya, bila kita mau merenungkan secara lebih mendalam dengan segenap ketulusan hati.

 

1 Korintus 3:19 – Karena hikmat dunia ini adalah kebodohan bagi Allah. Sebab ada tertulis: “Ia yang menangkap orang berhikmat dalam kecerdikannya.

 

1 Korintus 1:21 – Oleh karena dunia, dalam hikmat Allah, tidak mengenal Allah oleh hikmatnya, maka Allah berkenan menyelamatkan mereka yang percaya oleh kebodohan pemberitaan Injil.

 

Bahwa manusia (alamiah) yang adalah bagian yang paling kecil dari struktur alam yang begitu luas, telah ditentukan oleh kehendak bebasnya sendiri, sebagai bagian yang paling dalam, pemegang kekuasaan atas dirinya sendiri melalui peranan akal budi mereka, sekaligus menjadi penterjemah misteri kekuasaan Alam Semesta itu sendiri. Sekalipun mereka tidak akan pernah bisa terlepas dari kekuasaan kodrat alamiah mereka, dalam pencarian mereka terhadap kekuasaan yang lebih tinggi dari yang mereka miliki.

 

Sehingga, setajam apapun pencarian mereka, keadaan merekalah yang akan selalu membatasi, dan mereka tidak akan pernah bisa menembus keluar dari kodrat alamiahnya, selain hanya sejauh menyaksikan dan menceritakan dalam bentuk (wujud) secara kasat mata.

 

Pencarian terhadap hakikat asal usul Alam Semesta, memang akan selalu berlangsung terus menerus, karena keberadaan suatu ketiadaan yang konon disebut sebagai sumber dari segala yang telah ditampakan kepada manusia, karena kebenaran akan selalu menutupi dirinya sendiri, supaya nyata dikemudian hari bahwa Dia benar-benar ada!, ketika benda2 alamiah tersebut sudah tidak dapat lagi menguasai dirinya sendiri, ketika kepada mereka ditampakan yang jauh lebih sempurna kelak.

 

“Alkitab tidak mengajarkan kepada kita bagaimana cara Allah menciptakan segala sesuatu, disana kita diajarkan untuk percaya bahwa DIA-lah penciptanya. Keselamatan yang sudah Allah berikan kepada kita melalui Tuhan Yesus Kristus, tidak harus dimaknai melenyapkan, meniadakan pencarian manusia terhadap bukti2 kasat mata adanya keadilan, keteraturan, ketertiban sebagai refleksi kearifan Tuhan.

 

Adalah arif dan bijaksana apabila Kristen tidak melecehkan Ilmu Pengetahuan apalagi dengan memakai alasan pertimbangan Iman kepada Tuhan, karena Tuhan juga ikut bekerja didalam segala sesuatu yang kita anggap fana untuk mendatangkan kebaikan, bagi hormat dan kemuliaan-Nya. Kecuali kita tidak tetap teguh berdiri atas Iman kepada DIA – Tuhan tidak mungkin keliru baik ketika Dia memberikan Ilham kepada para penulis Alkitab, demikian juga ketika Ia menyatakan kearifan-Nya dalam mewujudkan keteraturan pada pengamatan kasat mata para Ilmuwan – Yang harus terus menerus diluruskan adalah pemikiran kita (manusia), baik terhadap kebenaran tentang Tuhan maupun realitas sesungguhnya yang ada di Alam Semesta ini.

 

-Salam Sejahtera-

About Suara Epiphania

Geraja Kristen Maranatha Indonesia - Epiphania

Posted on Mei 1, 2011, in Akupun setuju. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: