Segala sesuatu ada manfaatnya

A picture taken halfway through a high level a...

Ada manfaatnya masing-masing

Adakah sesuatu yang kita sebut besar tanpa kita lebih dahulu pernah melihat yang lebih kecil?, atau adakah bola basket dapat kita sebut lebih besar dari bola tenis, tanpa kita lebih dahulu melihat seberapa besar ukuran bola tenis tersebut?

Adakah kehormatan telah berpihak? Sebagai contoh, mari kita simak sebuah pertandingan tinju misalnya, ketika petinju A dapat menaklukkan petinju B, semua mata (penonton yang haus akan gemuruh kemenangan), sontak tertuju kepada petinju yang menang, dalam hal ini petinju A, karena saat itu bisa jadi, hampir tidak seorang penontonpun yang tertarik untuk mau sedikit merenungkan, bahwa bisa jadi dibalik wajah petinju B yang sedang dirundung kekecewaan, akibat kekalahan yang diterimanya, dia sedang bergumam:”kali ini aku mau menerima kekalahanku, dan akau akan berlatih lebih keras lagi, supaya dilain kesempatan aku bisa jadi seorang juara”

Adakah sesuatu yang sekarang bisa kita megahkan, dikemudian hari kelak, untuk kesekian kalinya, didepan mata kita sendiri, dijauhi, ditinggalkan untuk dilupakan, bahkan sama sekali tidak sedikitpun terbesit dalam benak kita, kita akan setia menantikan kebangkitannya kembali, atau tidak sama sekali?

Didunia ini tidak mungkin tidak ada kompetisi, dan adalah hal yang sangat wajar, jika sebuah kemenangan diganjar oleh pujian dan sanjungan, sebaliknya, kepada yang kalah diganjar oleh kritik dan teguran, bahkan ada yang sampai menerima hujatan, hanya karena apa yang diharapkan, tidak terwujud sebagaimana yang diimpikannya.

Bukankah adalah lebih bijak, jika kita mau sedikit tenang seraya merenungkan, sudahkah kita tanggap terhadap suatu “kemanfaatan?”, bahwa segala sesuatu yang tersaji didepan mata kita, sebenarnya adalah, disajikan kepada kita untuk satu tujuan yang mulia, apapun itu nikmatilah untuk kepentingan orang banyak, dan bukan untuk kepentingan diri sendiri.

About Suara Epiphania

Geraja Kristen Maranatha Indonesia - Epiphania

Posted on Mei 10, 2011, in Akupun setuju and tagged . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. Puji Tuhan, thanks and God Bless You.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: