Ibadah raya – Minggu ke-3, 19-06-2011

Pembicara: Pdt. Lydia Nona. B, dari: GKMI Family Kasih

Tema            : ~Berkat rohani dibalik Kenaikan Tuhan Yesus Kristus~

Ayat Nats   :  Lukas 24:50-53

Shalom dan selamat Pagi,

sudah saatnya kita membekali kerohanian kita dengan cara dan pemahaman yang benar, terutama menyangkut keyakinan kita terhadap berita kenaikan Tuhan Yesus ke surga. Karena faktanya, hampir sebagian besar umat Tuhan lebih banyak yang bersikap pasif  dalam merespon berkat-berkat yang sesungguhnya, yang telah Dia sediakan setelah kenaikan-Nya ke surga ribuan tahun yang lalu.

Ada yang sekedar sudah merasa terpuaskan apabila sudah terlibat walau hanya sebatas merayakan-Nya bersama-sama dengan sesama Umat Tuhan yang lainnya, ada juga yang merasa seolah-olah sudah berada didalam kemuliaan bersama-sama dengan Yesus di surga, seolah-olah tidak bisa tersentuh lagi oleh nilai-nilai perjuangan dan kewajiban (kepatutan) untuk mengisi hidup ini dengan pergumulan berdasarkan realitas hidup sehari-hari yang dihadapinya, dan masih banyak lagi cara-cara dan sikap yang sudah cukup banyak ditunjukkan oleh beberapa orang, yang kurang serius untuk lebih mendalami, rahasia-rahasia atau berkat-berkat apa sesungguhnya yang Tuhan sudah sediakan untuk kita, setelah Dia naik dan kembali ke rumah Bapa-Nya di surga.

Berkat itu berwujud panggilan untuk menderita bagi Dia,

karena kalau kita mau jujur dan terbuka mata, hati, pikiran, apalagi perasaan kita, kepada realitas sehari-hari dimana kita berada, walaupun Dia sudah menang atas dosa dan kematian (maut) akibat upah dosa, lalu bangkit dan telah naik kembali ke surga, sebenarnya Dia melalui roh-Nya sampai hari ini juga, masih aktif  bekerja di tengah-tengah kondisi atau keadaan-keadaan, yang sangat jauh berbeda dengan yang bisa (sudah) kita bayangkan, kalau kita tidak lebih sungguh-sungguh menggali lebih dalam lagi rahasia yang terkandung dibalik, kenapa kita sudah dipanggil untuk masuk kedalam keselamatan dari malapetaka dosa. Surat Filipi 1:29 mengatakan, Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia. Inilah berkat yang terbesar yang telah Tuhan sediakan bagi keselamatan kita dari tipu daya dosa, yang saya pastikan tidak mungkin bisa kita dapati dari dunia yang lebih mengedepankan, apa dan bagaimana pendapat manusia, apakah itu tentang kesejahteraan hidup, kemapanan, dan hal-hal yang bisa kita sebutkan sebagai keuntungan sesaat.

 

Dalam hal kemuliaan 100% adalah untuk Dia ..

Kalaupun kepada kita katakanlah kita hanya kebagian yang 5% saja (dalam hal kemuliaan), saya pikir itu sangat ideal untuk kita. Apalagi kalau kita menyimak bagaimana kejahatan dan dosa pada akhir zaman ini, justru semakin bertambah-tambah seiring dengan bertambahnya jumlah dan pengetahuan manusia, sekalipun (notabene) Allah dari sejak hampir 2000 tahun yang lalu, sudah menyatakan kasih karunia-Nya melalui kelahiran, penderitaan, kematian, kebangkitan dan kenaikan Yesus Kristus ke surga. Pembuktian dan pengakuan bahwa kita hanya kebagian yang 5% saja, hanya sebagai bentuk ungkapan kesadaran kita melalui Iman kita, bahwa kita tidak mau takabur, apalagi sampai menyalahgunakan kemenangan Kristus untuk mendulang keselamatan yang sifatnya semu dan sementara. Karena kuasa sebagai Anak Anak Allah yang telah Dia anugerahkan kepada kita, bukannya untuk membuat kita menjadi lupa diri, sehingga kita sepelekan begitu saja, kemana sesungguhnya Roh Kristus sedang giat bekerja?

 

Kalau dulu ketika Yesus masih berwujud manusia, saat Dia hadir ke tengah-tengah Umat pilihan-Nya, Dia tidak mengurung diri supaya selalu tetap merasa nyaman dan berada dilingkungan orang-orang yang sudah merasa benar dalam menjalankan ibadah kepada Allah, melainkan, dari satu tempat ke tempat yang lainnya, Dia selalu bergerak dan selalu tampil sebagai  penyeimbang pesan-pesan Allah dihadapan tradisi dan paradigma, yang secara sengaja sudah dibangun oleh kebanyakan orang (para ahli Taurat dan Farisi) yang menyebut dan mengklaim diri mereka sebagai orang-orang yang paling pantas dan layak beribadah kepada Allah. Seperti yang bisa kita baca dalam alkitab, orang-orang tersebut selalu berusaha mati-matian membangun citra pribadi dan kebenaran diri sendiri, buat mereka Allah seolah-olah adalah segalanya, dan hanya umat-lah yang diharuskankan untuk beribadah kepada Allah dengan cara-cara yang sangat ketat, sementara disisi yang lainnya, mereka gagal dan tidak bisa mengatasi realitas yang sehari-hari ada dan terjadi di depan mata mereka, bahwa hampir sebagian besar umat Allah yang mereka wajibkan beribadah kepada Allah saat itu, banyak yang sedang terbelenggu oleh akibat kekuasaan dosa, berupa sakit penyakit seperti lumpuh, buta, pendarahan, tuli, badan bongkok 18 tahun, bahkan ada yang sudah terbaring lumpuh selama 38 tahun!, kemiskinan dan keterpurukan akibat ketidak-adilan adalah sisi kehidupan yang lain, yang tidak bisa mereka atasi. Kesanalah Yesus bergerak dan selalu aktif terlibat untuk ikut merasakan, betapa besarnya kepedulian Allah (bapa-Nya) yang bersemayam dalam keagungan dan kemuliaan, terhadap keselamatan umat-Nya dari malapetaka akibat dosa.

 

Sekarangpun realitasnya kejahatan akibat dosa, penderitaan akibat ketidakadilan, seolah tidak mau tetap tinggal diam saja, ketika Injil itu Allah curahkan ke tengah-tengah bangsa kita dan dunia pada umumnya. Intinya adalah, bagaimana Kristen mengharapkan sebuah generasi yang berkerajaan 1000 tahun kerajaan Kristus, jika hari ini saja, kita enggan dan tidak mau menempatkan diri kita pada tempat yang selaras dengan apa yang pernah Yesus kerjakan (teladankan) di bumi ini, saat Dia menampilkan diri-Nya, tidak seperti kebanyakan orang yang cenderung mempertahankan keIlahian Allah untuk kepentingan sesaat. Yesus sebagai Anak sulung Allah, Dia telah berhasil menempatkan keIlahian Allah pada satu tempat dan standar yang teramat tinggi, jika dibandingkan dengan keadaan-Nya saat itu, ketika Dia mau mengosongkan diri-Nya sehabis-habisnya dalam rupa dan rasa, sebagaimana layaknya seorang Anak Manusia yang menghormati kehendak Bapa-Nya di surga, ketika Dia mengamati, menjumpai, ternyata tidak ada satupun sesamaNya manusia (umat-Nya) saat itu, yang Dia temukan sanggup melaksanakan kehendak dan kasih yang begitu sempurna terhadap penyelamatan manusia dari malapetaka dosa.

 

Demikianlah berkat keselamatan yang sedemikian besarnya, yang telah Allah anugerahkan bagi kita melalui kenaikan Yesus Kristus ke surga, sesungguh-sungguhnya berkat, yang seharusnya membuat Kristen selalu tampil beda, di tengah-tengah dunia yang sudah semakin kehilangan belas kasihan. Bukan hanya sebatas keteladanan dalam hal bekerja keras, lebih dari itu adalah kesadaran untuk membuka hati dan pikiran kita, untuk menerima Spirit Kristus supaya digunakan secara benar dan untuk tujuan yang benar, bagi hormat dan kemuliaan Nama-Nya, seperti yang dikatakan oleh rasul Paulus didalam Filipi 2:5-11,

 

Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa!, Amin ya Amin, Yesus datanglah segera, ~Maranatha~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: