Didalam genggaman siapakah kemuliaan Manusia?

Sekalipun semua orang percaya bahwa Manusia adalah mahluk paling mulia diantara mahluk-mahluk ciptaan Tuhan yang lainnya, keyakinan tersebut seharusnya dibangun dari sebuah kesadaran, bahwa kemuliaan itu akan selalu tetap berada didalam genggaman tangan Tuhan, jauh sebelum manusia itu dijadikan sebagai mahluk mulia.

Lalu kenapa ada tawa dan tangis, lapar dan kenyang, sukacita dan dukacita, miskin dan kaya dan sebagainya, yang terasa selalu disajikan kepada kita seperti musim yang datang silih berganti?. Persitiwa-peristiwa atau keadaan-keadaan yang saling bertentangan yang rasanya makin memisahkan diri antara satu dengan yang lainnya, tapi kokoh dan tetap bersemayam diantara dan didalam diri kita sebagai manusia?

Keadaan yang baik selalu dapat kita jumpai dan temukan dalam keseharian kita, rasanya tidak bisa terlepas dan terpisahkan begitu saja dari semua yang kita anggap buruk. Apakah itu berarti, ada manusia yang selalu mengharapkan keburukan akan selalu menimpa hidupnya?, misalnya kemiskinan, dukacita, yang penuh ratap tangis sepanjang hidupnya? Bukankah jika semua manusia yakin dan percaya, bahwa semua yang baik yang datang dari Tuhan itu benar-benar ada, dan datangnya dari Tuhan, kenapa pada akhirnya manusia begitu sulit mempertahankan apa yang dianggapnya baik, minimal untuk (keselamatan) dirinya sendiri?

Kesadaran bahwa Tuhan itu tidak pernah merancangkan kejahatan yang berdampak buruk kepada ciptaanNya sendiri akan selalu mengiringi keyakinan semua manusia yang percaya bahwa Tuhan itu ada.
.
Adanya kejahatan dan semua bentuk musibah yang telah menimpa manusia, adalah sebuah ketentuan yang semakin memperjelas keberadaan adanya suatu hakikat, tentang bagaimana Tuhan telah memperlakukan umat ciptaanNya sedemikian mulianya jauh melampaui semua yang bisa manusia pahami tentang maksud-maksud baik di benak Sang Pencipta.

Selama kita mau memahami dengan kepala dingin, tentang keyakinan diseputar Manusia mahluk mulia, adalah bukan dalam genggaman kekuasaan pikiran kita (manusia), tetapi itu adalah kemurahan hatiNYA kepada siapa Dia mau bermurah hati, untuk bisa memahaminya, bahwa semua yang baik yang kita harapkan, kemudian menjadi sedemikian terasa mahal untuk selalu tetap ada dalam genggaman kekuasaan tangan kita (manusia), tempat dimana kita bisa “rest”. Kecuali bila kita sebagai manusia telah memutuskan untuk memusuhi dan merendahkan segala sesuatu yang belum kita pahami (alami), hanya oleh karena kita sudah merasakan semua yang baik yang datangnya dari Tuhan.

1 Petrus 4:12 ~ “Saudara-saudara yang kekasih janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu”

Pertanyaannya adalah, jika kita adalah orang-orang yang telah beroleh kemurahan untuk percaya kepada Kristus, yang telah dipilih dari sekian banyak Manusia yang telah diciptakan sebagai Mahluk Mulia, lalu kenapa masih saja ada penderitaan yang menyertai kita?

Filipi 1:29 ~ “Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga menderita untuk bagi Dia”

Artinya, kemuliaan yang Tuhan sediakan bagi kita adalah suatu kemuliaan yang jelas sangat jauh berbeda dengan kemuliaan yang Tuhan sediakan bagi dunia, ketika mereka bisa membuktikan, bahwa mereka bisa benar-benar dianggap layak karna dianggap lulus dari suatu ujian yang diselenggarakan oleh dunia dengan segala hikmat serta peraihannya yang bersifat kefanaan.

Karena ujian yang kita terima, benar-benar murni datangnya dari Tuhan, lahir dari Iman kita kepada-Nya, bukan dilandasi oleh hasrat dan keinginan terhadap apa yang dunia janjikan, tapi berdasarkan apa yang Tuhan janjikan, mengandung rancangan keselamatan dari malapetaka kekal akibat tipu muslihat Iblis, yang selalu menggunakan segala sesuatu yang bisa dipikirkan oleh Manusia.

-Salam Sejahtera-

  1. Janfrido Siahaan

    Ulasan singkat yang sangat mendalam. Terima-kasih, sungguh memberkati. Jika boleh saya menyarankan agar ulasan yang disampaikan dibuat lebih mudah dimengerti. GBU

  2. Voices Of Epiphania

    Syalom Pak Janfrido Siahaan, akhirnya ketemu disini ya, baik Pak terima kasih buat sarannya. God Bless You.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: