Taurat dan Hukum Kasih

Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya ~ Matius 5:17.

Sampai saat ini ayat tersebut masih juga jadi bahan perdebatan di beberapa kalangan khususnya diantara umat Kristen sendiri.

Ada beberapa pihak yang menggunakan ayat tersebut sebagai dasar untuk menyatakan pendirian mereka, bahwa sekalipun Yesus Kristus telah datang menggenapkan Taurat, mereka lebih memilih untuk tetap berpijak pada beberapa kata yang  juga Yesus ucapkan, yang juga ada didalam ayat tersebut diatas, bahwa, Aku datang bukan untuk meniadakannya,..

Sementara pihak yang lain lebih menekankan pada pengertian, bahwa dengan telah bangkitnya Yesus Kristus dari kematian, mereka mengambil sikap untuk menentang segala bentuk upaya, yang mengarah kepada pelestarian ajaran-ajaran yang berbau Taurat dan kitab para nabi-nabi.

Pertanyaannya adalah, dimanakah posisi dan letak kebenaran Matius 5:17  tersebut?, atau kepada siapakah kebenaran berpihak?, apakah kepada pihak yang beranggapan bahwa di era sekarang  kaidah-kaidah hukum melalui penghayatan terhadap ajaran Taurat masih tetap dibutuhkan, karena masih dianggap relevan dengan keadaan dan perkembangan zaman yang sudah sedemikian bertambahnya kejahatan?, atau kepada pihak yang lainnya?, yang beranggapan bahwa sekarang gereja tidak lagi membutuhkan ajaran-ajaran Taurat dan Kitab para nabi-nabi yang sarat dengan aturan-aturan yang kaku, terkesan menakutkan dan membelenggu?. Jadi bagaimana implementasi dari dan terhadap kebenaran Matius 5:17  tersebut?

Memang tidak mudah apalagi ketika masing-masing pihak sama-sama mengaku dan mengklaim dirinya sebagai pengikut Kritus. Apalagi jika kita menelusuri dan mendalami apa yang pernah Yesus katakan didalam  Matius 11:13,  sebab semua nabi dan kitab Taurat bernubuat hingga tampilnya Yohanes Pembabtis,  jika kita tidak lebih teliti menyimaknya, tak pelak bisa semakin mengarahkan pembacanya pada keputusan, untuk meninggalkan sama sekali, segala sesuatu yang berhubungan dengan, entah itu nubuatan-nubuatan, terutama yang berkaitan dengan ajaran-ajaran Taurat dan kitab para nabi-nabi yang ada didalam Perjanjian Lama. Sebuah bentuk tafsir,  jika diamati secara mendalam, lebih menekankan pada nilai-nilai historical, semata-mata  bentuk keterikatan pada bentuk waktu / masa lampau, seolah-olah,  pasca kematian Yohanes Pembabtis, melalui (sejak) tampilnya Yesus, maka seluruh dunia secara otomatis menjadi merdeka sejak  saat itu juga, benarkah? Sementara realitas sehari-hari yang sering kita hadapi, yang kita temukan malahan yang sebaliknya, bahwa kita kaum Kristen, ternyata masih berpijak di bumi, dimana kejahatan malahan semakin bertambah-tambah, sekalipun Yesus ketika telah mati menyerahkan nyawa-Nya kepada bapa-Nya di surga, telah  berkata:”sudah selesai’

Janganlah kamu menyangka, jelas kalimat awal dari Matius 5:17  ini, tidak saja ditujukan dan berlaku bagi para ahli Taurat, orang-orang Farisi atau murid-murid-Nya yang hidup  2000 tahun yang lalu saja, tapi juga kepada siapapun kita yang membaca ayat tersebut di era kini, bukan hanya sebatas sebuah berita yang terasa baik di benak kita sepihak, seolah-olah kita sudah terlepas dari tanggung jawab, tanpa disertai pengertian yang benar. Jika  kita mau sedikit terbuka hati untuk menyadari, bahwa kita masih hidup di bumi yang semakin dikuasai oleh kejahatan dan dosa, bahwa sekarang melalui Firman dan Roh-Nya, pekerjaan penggenapan itu masih tetap terus berlangsung sampai saat ini, sedang Dia kerjakan kedalam diri kita kearah yang lebih sempurna, di tengah-tengah kejahatan yang sehari-hari ada dan terjadi di sekeliling kita,  jika dibandingkan dengan ketika pertama kali Matius 5:17  tersebut  Dia ucapkan saat Dia masih di bumi yang sama yang sekarang kita pijak. Semakin jelas lagi bagi kita, jika kita menyimak apa yang dikatakan oleh Paulus, didalam

Roma 3:19, Tetapi kita tahu, bahwa segala sesuatu yang tercantum didalam kitab Taurat ditujukan kepada mereka yang hidup  di bawah hukum Taurat, supaya tersumbat setiap mulut dan seluruh dunia jatuh ke bawah hukuman Allah.

1 Timotius 1:9, yakni dengan keinsyafan bahwa hukum Taurat itu bukanlah bagi orang yang benar, melainkan bagi pendurhaka dan orang lalim, bagi orang fasik dan orang berdosa, bagi orang duniawi daan yang tak beragama, bagi pembunuh bapa dan pembunuh ibu, bagi pembunuh pada umumnya. 


Bahwa ternyata Allah telah meletakkan suatu dasar dan alasan, jauh sebelum Yesus turun ke dunia, supaya Dia bisa menyatakan kepada siapa Dia bermurah hati dan berbelas kasihan. Simak saja perjalanan Israel sebagai sebuah bangsa yang telah dipilih oleh Tuhan, ketika melalui diturunkannya Taurat ke tengah-tengah mereka, ternyata sebagian besar mereka, telah membiarkan diri mereka untuk hidup terkurung dan terbelenggu oleh Taurat, karena ketiadaan Iman kepada Allah, didalam diri mereka saat itu, akhirnya ketidak sanggupan mereka dalam mentaati Taurat  Tuhan, menjadi dasar bagi Tuhan untuk hadir ke tengah-tengah mereka.

Pada akhirnya marilah kita mencermati secara seimbang, Taurat sebagai cerminan kedaulatan hikmat Allah atas segala kejahatan dunia dan dosa manusia, sekalipun melalui Kristus kita telah memperoleh kebenaran karena Iman, supaya kita tidak lagi hidup didalam dosa dan kejahatan di bawah bayangan hukum Taurat, yang tidak berdaya menghentikan semua manusia untuk berhenti berbuat dosa, seraya dengan segenap kerendahan hati, selalu tetap dengan setia memohon belas kasihan-Nya, agar tidak salah paham ketika atas izin-Nya, Dia memimpin kita untuk banyak mengalami aniaya karena kebenaran, dari orang-orang yang bermegah atas prestasi dan perbuatannya dalam mentaati hukum Taurat. Karena hanya melalui jalan itulah, Kristus yang telah menggenapkan seluruh isi Taurat dan kitab nabi-nabi, menggenapkannya kedalam diri kita kearah yang lebih sempurna.  Salam Sejahtera

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: